TNI/ Polri Kerahkan 16.580 Personel untuk Pengamanan Pemilu di Aceh

0
101
Foto: Humas Aceh

Gelar pasukan TNI dan Polri yang terlibat dalam pengamanan Pemilu 2019 di Aceh berlangsung di Markas Polda Aceh, Banda Aceh, Rabu 19 September 2018. Kedua instansi tersebut mengerahkan dua pertiga pasukannya yang ada di Aceh dalam operasi yang diberi nama Mantap Brata.

Kapolda Aceh, Rio Septianda Djambak saat apel kesiapan pasukan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 mengatakan jumlah pasukan yang diturunkan sebanyak 16.580 personel. Jumlah itu terdiri dari 9.980 personel Polri dan 6.600 dari unsur TNI.

Menurutnya Polri bekerja sama dengan TNI dalam pengamanan Pemilu, sama seperti Pemilu tahun-tahun sebelumnya. “Solidaritas TNI /POLRI semakin kuat, dibantu Pemerintah Aceh bersama stakeholder lainnya.”

Foto: Humas Pemerintah Aceh

Berbeda dengan Pemilu 2014 dan Pilkada 2017 lalu, saat ini tidak pemetaan wilayah rawan di Aceh. Secara kondisi kondusif dan aman. Hanya saja ada beberapa daerah yang diperkuat pengamanannya berdasarkan maping dari pihak kepolisian.Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko berpendapat sama. Tidak ada peta wilayah rawan dan dipastikan Piplres dan Pileg 2017 di Aceh akan berlangsung aman.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan pemerintah Aceh selalu bersinergi dengan TNI/Polri terkait pengamanan setiap tahapan Pemilu 2019. Dia menyakini semuanya akan berlangsung baik dan aman.

[Pemilih di Aceh saat ini tercatat sebanyak 3.441.039 orang. Pemilih tersebar di 23 kabupaten/kota, dengan TPS sebanyak 15.527 tersebar di 286 kecamatan atau 6.697 desa]


Sekadar perbandingan, pengamanan Pilkada 2017, Polisi melibatkan 11.125 personel dengan tambahan bantuan pasukan Brimob dari luar Aceh sebanyak 1.900 personel. Sementara TNI mengerahkan sebanyak 7.327 personel. Total pasukan yang dikerahkan pada Pilkada 2017 lalu adalah 20.325 personel.

Pilkada 2017, Aceh menjadi salah satu Provinsi rawan. Status itu dikeluarkan enam bulan menjelang pemungutan suara oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Indonesia. Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang mereka luncurkan, tiga dari tujuh provinsi yang melaksanakan Pilkada serentak 2017, sebanyak tiga wilayah masuk kategori kerawanan tinggi, yaitu: Provinsi Aceh, Banten, dan Papua Barat. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here