Tiram Alue Naga

0
78

Saban hari, perempuan Alue Naga beraktivitas mencari tiram di sepanjang sungai di daerahnya. Di sana, tiram tak hanya dicari, tapi juga sudah dibudidayakan. Itulah yang akan dikembangkan sebagai andalan wilayah itu.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman berkesempatan mengunjungi Gampong Alue Naga, Sabtu 3 November 2018 untuk melihat langsung budidaya. Di sana, dia disambut Keuchik Alue Naga, Faisal M Dan dan warga.

Sebuah lokasi budidaya tiram yang dikunjungi adalah milik kelompok perempuan binaan Natural Aceh. Rombongan Wali Kota ikut memanen tiram di sana. Ini adalah panen perdana yang dilakukan pada tiram yang dibudidaya warga.

Cara budidaya lebih modern dan teratur dibandingkan dengan mencari sendiri di pinggir sungai. Wadah tempat tiram digunakan rak serta rakit, ukurannya kisaran 5 meter. Wadah itu dapat dibuat dengan kayu atau bambu yang dibagi-bagi memuat sekitar 20-an kotak. Budidaya tiram tak digunakan oleh semua nelayan tiram di sana, kebanyakan masih dengan cara tradisional.  

Namun budidaya modern seperti ini belum digunakan oleh semua petani tiram di Alue Naga, masih ada sejumlah petani tiram yang masih mencari tiram dengan cara tradisional.

Pola tradisional itulah yang akan diubah Wali Kota untuk meningkatkan ekonomi warga di sana. Artinya seluruh nelayan tiram di Aue Naga dalam melakukan budaya dengan budidaya tiram atau teknologi modern. Ini bisa menambah hasil panen. “Sudah saatnya cara tradisional dialihkan ke cara modern. Ibu-ibu tak perlu lagi berendam lama-lama di air seperti petani tiram di Jepang,” ujar Aminullah.

Foto: Dok. Humas Banda Aceh

Janjinya, pemerintah membantu dukungan infrastruktur seperti jalan dan lokasi budidaya yang terpadu. Juga modal usaha dan lainnya.  

Keuchik Faisal M Dan menyampaikan, sekitar 15 kelompok nelayan tiram terdapat di Alue Naga. Per kelompok punya 10 sampai 12 orang. Semuanya perempuan, yang telah berprofesi pencari tiram sejak lama di sana, bahkan sebelum tsunami menghempang pada 26 Desember 2004 silam.

Tiram berpotensi baik menumbuhkan ekonomi warga Alue Naga. Hasilnya dapat diolah dengan berbagai makanan, bisa dibuat nugget, kerupuk dan pepes serta kuah tiram yang menjadi kuliner andalan wilayah Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here