Tiga Bulan Bersama #steempress

0
95
Foto: @pieasant

Jumat hari ini, 7 September 2018, tepat tiga bulan pengalamanku bergabung bersama steempres. Sebuah plugin yang ditanamkan pada wordpress untuk mengawinkan blog dengan steemit. Menulis di blog sembari mendapatkan kurasi di steemit.

Aku bergabung pada 8 Juni 2018 lalu, memanfaatkan plugin yang dibangun oleh @howo dan @fredrika, sebuah terobosan untuk memberi reward kepada blogger. Karena inovasi ini pula, aku terbilang rajin mengupdate blog sambil berharap untung di steemit. Minimal dua hari satu tulisan kusiapkan, kalau lagi rajin bisa sehari satu postingan.

Adalah @acehpungo, orang yang menyarankan untuk membangun kembali blog yang sudah lama kutinggalkan, setelah aku banyak bertanya kepadanya tentang upvote besar didapat dari @steempress-io. Dia membantu membenahi kembali blog yang berbayar, seluruh konten di blog yang lama tak hilang, dipindahkan ke sini.

Screen https://wordpress.org/plugins/steempress/

Beberapa petunjuk diberikan dan kuikuti dengan baik. @acehpungo punya pengalaman super soal ini, bahkan kawan yang satu ini pernah didatangi @cheetah puluhan kali hanya karena lupa mengnon-aktifkan plugin steempress saat utak-atik blognya.

Maka setelah benar-benar paham di bawah panduan, postingan pertama terbitkan: Riwayat Balee Inong #1: Sebuah Inovasi Pemberdayaan Perempuan, yang dapat terbaca di blog dan juga di steemit.

Hasilnya luar biasa, hanya berselang dua jam lebih kemudian @steempress-io datang memberikan upvote sebesar 30 persen, dengan angka kira-kira $30 SBD pada saat itu, dengan nilai tukar mata uang steem yang masih lumayan (Rp 20 Ribu/SBD). Itu menjadi sebuah vote tertinggi yang kuterima sejak aku bergabung di sini, Januari 2018 silam.

Postingan berikutnya mendapat vote rata-rata sekitar 7 persen atau sama dengan $7 SBD. Dan sampai kini, rata-rata aku mendapat vote dari @steempress-io dengan jumlah persentase tersebut, hanya saja dengan nilai SBD yang rendah saat ini (Rp 13 Ribu/SBD), hanya mendapat $3,8 SBD.

Sungguh @steempress kuakui telah membuat semangat tak putus untuk menulis di steemit, kendati sebagian kawan telah menyerah dengan harga rendah yang melanda seluruh mata uang crypto. Alasan itu pula yang membuatku belum pernah mencairkan sepeserpun STEEM maupun SBD untuk di-RUPIAH-kan. Alasan simpel saja, menunggu harga naik kembali.

Steempress pula yang telah membuat reputasiku bergerak cepat. Tiga bulan lalu, aku masih berada di reputasi 50, kini nyangkut di angka 58. Menaikkan reputasi setelah melewati angka 50, bukan perkara gampang.

Di luar steempress, banyak kawan yang telah mendukung dan membantu keberadaanku di steemit. Para curator Indonesia, para steem-ambassador Indonesia dan para senior serta kawan-kawan lainnya yang telah berbagi upvote. Mereka memberi semangat lebih sambil berdiskusi tatap muka, hal yang tak bisa kudapat dari steempress. Begitulah, semoga terus semangat dan tak rontok cepat. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here