Tentang Steemians dan Silaturrahmi [Bukan Khutbah]

0
59
Silaturrahmi bersama steemians di Bireuen

Hanya gegara upvote rendah dan sedikit beda pendapat di lintas #steemit, ada yang saling tak bercakap saat berjumpa di dunia nyata. Lalu menyebarkan kebencian terhadap rekan, membuat blok-blok pemisah. Tak banyak memang, tapi kutemukan di sini.

Pembatas dibuat dengan ide-ide, mengumpulkan para pendukung lazimnya jelang Pilkada, menebarkan kata jangan dukung si A, karena dia lawan politik. Lalu si A membalas hal sama untuk si B. Kadang perbedaan pandangan tak lagi dijadikan rahmat, seperti khutbah para penceramah.

Tulisan ini bukan untuk menggugat laku sebagian kecil steemians, tapi hanya maksud mengingatkan diri tentang silaturrahmi yang penting terjaga. Lagipula, bulan ini adalah waktu tepat intropeksi diri, tentang silaturrahmi yang sempat putus (jika ada) saat menjajal media sosial ini, dalam waktu sebelumnya. Semoga ke depan lebih baik dan kita kuat.

Bersama steemians di Bireuen

Atas dasar silaturrahmi, keinginan bertemu dengan kawan steemian di kota asalku Bireuen begitu kuat, saat menyempatkan diri singah sejenak di sebuah warung kopi, Jumat malam tadi. Persis di samping Star Black Coffee, markas KSI Bireuen yang belum buka.

Berharap bertemu kawan di sana, aku meninggalkan istri dan anak yang meminta belanja sebentar di sebuah pusat perbelanjaan Kota Juang itu. Aku ke warung dan kulihat M Nur, Direktur Eksekutif Walhi Aceh ada di sana, aku bergabung ke meja. Dia juga mudik, istrinya berasal dari Bireuen.

Benar dugaanku, beberapa steemian ternyata ada di sana mencari rekan di warung kopi menjalin silaturrahmi. Lalu di meja kami bergabung dodybireuen, @maulisaputra, @mynameisman, @muhajir.juli dan seorang steemian yang lupa identitasnya. Ucapan selamat lebaran, saling memaafkan meluncur sebagai kata.

Soal steemit menjadi bahasan utama. Aku ikut menceritakan tentang #steempress yang selama ini kugunakan untuk memposting. Sebuah inovasi dari WordPress dalam mengawinkan blog dan steemit. Sekali mengupload konten, maka blog dan steemit kita akan terupdate.

Logo SteemPress (https://wordpress.org/plugins/steempress/)

Inovasi ini menarik, karena @steempress-io memberikan upvotenya. “Semua postinganku yang memakai steempress, selalu mendapat angka dari mereka,” kataku kepada kawan-kawan.

Tentang mendapat banyak upvote, Dody ikut memberi sarannya kepada kami. “Sering-seringlah aktif di discord, pasti akan mendapat apresiasi,” katanya yang selalu hadir dengan konten seputar program pendukung steemit.

Kami juga membicarakan soal konflik kecil di kalangan steemians Aceh dan Indonesia. Kisruh tak perlu yang kemudian berproses memberikan pelajaran, membuat steemian semakin dewasa bersikap. Perlahan, kata Dody, konflik itu tak menonjol lagi. Mungkin juga karena silaturrahmi.

Tentang silaturrahmi, sedikit kusampaikan apa yang diutarakan oleh Teungku Yusri, penceramah Idul Fitri di Masjid Jamik Pante Baro, tadi pagi. Boleh percaya boleh tidak, begini katanya sesuai sabda Rasulullah Muhammad SAW. “Malaikat tidak akan masuk ke rumah seseorang untuk memberikan catatan amalan puasa Ramadan, karena orang itu memutus tali silaturrahmi.”

Kebersamaan dengan keluarga

Karenanya, ciptakan kekerabatan dan silaturrahmi di #steemit dan dunia nyata. Buang kebencian, iri dengki serta serapah tak perlu. Sumpah, kebersamaan itu bikin awet muda. Salam kompak selalu. []

SteemPress

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here