Tentang Opini

0
22
[Potret Kemiskinan]

Opini, banyak orang mendefinisikan sangat bebas tentangnya. Ini adalah pendapat, pandangan seseorang tentang sebuah kejadian. Segala jenis omongan juga opini kendati itu berupa prasangka, tuduhan, pujian dan ajakan provokasi.

Tapi yang saya ingin sampaikan di sini adalah opini yang ditulis dan cenderung positif untuk disampaikan melalui media, kerap disebut esai atau artikel opini. Hampir semua media massa menyediakan ruang untuk karya tulis ini.

Opini dibangun pada sebuah kepercayaan tentang sesuatu kejadian maupun perkara, bukan pada keyakinan mutlak atau pengetahuan sahih. Lebih kepada sesuatu yang nampaknya benar atau mungkin dalam pikiran penulisnya. Ini lebih seperti sebuah penilaian.

Artikel opini juga dapat dibangun melalui sebuah fakta, penulis memaparkan ulang fakta tersebut sambil memberi penilaian dan solusi. Misalnya, fakta menunjukkan jumlah penduduk miskin di Aceh 16,89 persen sesuai data Badan Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan pada Juli 2017 silam. Angka itu menempatkan Aceh dengan penduduk 5 juta, sebagai daerah termiskin paling tinggi di Sumatera dan berada di angka nomor enam paling rendah di seluruh Indonesia. Padahal uang melimpah di Aceh dengan dana otsusnya saja sekitar 8 triliun, belum lainnya.

contoh opini di media

Kenyataan ini dapat menjadi bahan untuk menulis pendapat anda, apa penyebabnya kondisi tersebut dan bagaimana mengatasi semua itu. Perubahan apa yang memungkinankan untuk membalikkan keadaan tersebut. Tanggapan yang mudah kita omongkan akan menjadi sebuah tulisan menarik jika dirangkum dengan baik.

Beberapa hal lain menyangkut aktualitas artikel opini dapat menjadi ide menulis, seperti kejadian sehari-hari di kalangan masyarakat, wabah penyakit, Pemilu, demontrasi buruh, Hari Pendidikan dan persoalan yang dekat dengan kehidupan sosial kemasyarakatan di sekitar.

Menulis tetap saja dengan tatakramanya dan taat pada aturan hukum lainnya agar terhindar dari persoalan. Misalnya tak menghasut, mengadu domba dan menjauhkan tulisan dari unsur-unsur yang menyangkut SARA. Isi tulisan sebaiknya memuat solusi atau jalan keluar atas persoalan yang ditulis.

Menulis artilkel opini dapat dimulai dengan kalimat pembuka tentang sebuah kenyataan yang akan ditulis. Bagian isi dapat ditulis dengan awal seperti pengantar terhadap masalah yang akan dibahas, selenjutnya menguraikan data-data, masuk ke pembahasan seperti mengungkap masalah dengan teori dan analisis. Bagian akhir dapat berupa solusi atau masukan seperti kesimpulan.

Bahasa jurnalistik dapat digunakan, dengan mengedepankan kaidah bahasa baku. Sebaiknya mudah dipahami oleh semua kalangan, karena sejatinya penulis yang baik adalah yang tulisannya mampu dimengerti oleh semua orang. Kendati ada juga artikel opini yang menyasar kalangan tertentu, ini menjadi pengecualian.

Begitulah tentang opini yang kupahami, dan penting untuk menghindari caci maki serta tidak menulis SARA, karena ini dapat menjerat penulisnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here