Sensasi Liar Kopi Ganja, Pengakuan Para Penikmat

0
32
Foto: Suparta

Kopi ganja di Aceh bukan sekadar mitos, dan kenangan masa silam. Minuman ini masih bisa dinikmati lewat tangan peracik khusus super rahasia. Sensasinya beda, lain tubuh lain rasa.

Tetiba saya teringat kopi ganja, saat menyesap kopi bersama rekan-rekan usai tarawih di sebuah warung kawasan Lampineung Banda Aceh, Sabtu malam (18/5). Tak ada kopi ganja di meja, tapi imajinasi pada minuman itu tumbuh begitu saja, ketika mengingatnya.

Satu persatu kawan saya tanya, pernahkan mencoba kopi ganja. Semuanya menggeleng, “kalau ganja pernah, dulu,” kata seorang kawan.

“Itu minuman kopi paling nikmat yang pernah ku rasa,” kata saya kepada mereka. Lalu, sebagian bertanya, dimana bisa mendapatkan. Pembicaraan terus berlanjut sampai tengah malam, tentangnya.

Saya menikmati terakhir kali, dua tahun lalu selama satu bulan lebih. Tak setiap hari, tapi kapan teringin saja. Seperempat kilogram bubuk kopi ganja hasil racikan seorang kawan, saya simpan sambil menghabiskan perlahan-lahan.

Tak banyak efek langsung bagi tubuh saya setelah meminumnya. Yang ada hanya rasa minuman yang begitu nikmat, rasa kopi arabika bercampur aroma ganja yang gurih, seperti rasa mengunyah kacang tanah.

Lainnya, ada efek seperti jamu yang membuat semangat, gairah bekerja. Atau mungkin juga, itu hanyalah sugesti pikiran saya, yang berharap lebih setelah meminumnya. Secara umum, kopi ganja tak bikin mabuk, sampai berhalusinasi. Tak banyak pengaruh ganja di dalam kopi, sepertinya efek ganja tak dominan bila dicampur kopi.

Soal sensasi menyesap kopi ganja dikisahkan Muh (nama samaran). Dia tak ingat lagi kapan persisnya menikmati kopi ganja, tapi pernah menyeruput kopi dicampur ganja bersama teman-temannya. Menurutnya, sensasi antara rokok ganja dan kopi yang dicampur ganja beda. “Menghisap rokok ganja bikin kepala saya pusing, tapi kalau kopi ganja enggak,” katanya kepada acehkini, Sabtu (18/5) malam.

Sosok penulis lepas itu mengaku lebih menikmati kopi ganja dibandingkan rokok ganja. “Menyesap kopi ganja bikin kepala saya tenang. Bisa fly juga,” katanya.

Dia membagi tips, untuk menghadirkan rasa kopi ganja yang mantap, takarannya harus pas. Bahannya pun harus dipilih dari bunga dan pucuk daun ganja serta biji-bijian. Bahan itu harus digonseng terlebih dulu dan kemudian ditumbuk halus.

“Jika terlalu banyak ganja akan menghilangkan aroma kopi, begitu juga sebaliknya. Jadi, takarannya harus pas untuk menghadirkan rasa kopi ganja yang enak,” kata Muh, pemuda asal Aceh Besar itu.

Lain lagi sensasi yang dialami seorang vokalis band lokal, …. selengkapnya baca acehkini.id

Note: Tulisan ini saya tulis sendiri. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here