Sate Gurita Pulau Sabang

0
41

Sabang – Sabang pulau paling ujung Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya. Pantai dengan karang lautnya yang indah, mengundang banyak wisatawan. Tapi, jika ingin ke sana, jangan lupakan singah sejenak di pusat kota, nikmati kuliner khas, Sate Gurita.

Malam akhir pekan lalu, Tempo mencoba menyambangi tempat itu. Namanya Puja Sera, singkatan dari Pusat Jajanan Selera Rakyat. Semua warga Sabang tahu tempat itu. Terletak di pusat kota, lokasi seluas setengah lapangan bola itu selalu ramai dikunjungi malam hari oleh warga dan wisatawan yang sedang berlibur ke Sabang. Pusat jajajan menawarkan berbagai macam makanan, nasi soto, ayam penyet, sate jawa, sate padang dan segala macam minuman juice. “Tapi andalan di sini adalah Sate Gurita,” kata Taufik, pemandu saya. Saat tiba di sana, kami duduk pada kursi yang beratap langit. Saya langsung mengiyakan untuk mencicipi Sate Gurita dengan nasi putih. M Zein, penjual sate sigap mengambil dua puluh tusuk daging gurita untuk dibakar. Baunya harum menggugah selera. “Pakai bumbu kacang atau bumbu padang,” tanya Zein. Saya memilih bumbu kacang dan Taufik bumbu Padang yang merujuk pada bumbu cairan kental yang persis sama dipakai untuk sate padang. Hidangan siap saji, kami mencicipi. Rasanya sedap, tak jauh beda dengan rasa cumi-cumi. Tapi gurita yang lebih besar, dagingnya lebih kenyal. Membuat mulut bekerja lebih lama, menghancurkannya. Kata Zein, gurita memang banyak di perairan Sabang dan bukan barang langka. Saban melaut, nelayan selalu mudah mendapatkannya. “Gurita kalau tak tahu cara mengolahnya, mungkin saat dimakan seperti memakan karet,” ujarnya. Karenanya sebelum dibakar menjadi sate, gurita terlebih dahulu direbus untuk melembutkan dagingnya. Setelah itu dipotong kecil dan diberikan tusukan. Baru dibakar dan disajikan ke pelanggan. “Wisatawan umumnya menyukai makanan ini,” ujarnya. Dia tak hanya mengandalkan Sate Gurita di rak jualannya, tapi juga ada daging yang dikemas menjadi sate jawa dan sate padang. Memesan minuman, ada penjual di sebelahnya. Setiap hari Zein mengakui dagangannya laku rata-rata Rp 1,5 juta. Menurutnya, lokasi Puja Sera baru ada sejak awal 2011, setelah pemerintah merapikan dagangan makanan yang berserak di Kota Sabang. Ada sekitar 40 orang yang berjualan di sana. Yang menjajakan Sate Gurita tak sampai sepuluhan orang. Penasaran rasanya? Jika ke Sabang cobalah Sate Gurita. *** [tempo.co/travel, awal April 2012] Adi Warsidi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here