Riwayat Balee Inong #5: Program ini tak Bakal Mati

0
31
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

Keberadaan Balee Inong maupun Musyarawah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) tak bakal mati setelah pemimpin berganti di Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh yang baru, Aminullah Usman berjanji komitmen mempertahankan program inovasi tersebut untuk menjaring aspirasi perempuan dalam perencanaan pembangunan.

“Kaum Ibu punya peran penting dalam pembangunan Banda Aceh,” katanya kepada saya, akhir 2017 lalu.

[Tulisan ini adalah bagian kelima artau terakhir, kisah tentang Balee Inong yang sukses di Banda Aceh. Saya menulisnya untuk mengisi satu Bab di buku “Mencipta Inovasi” memuat tujuh wilayah inovasi sukses di Indonesia, terbitan Pusat Data dan Dokumentsi TEMPO, Desember 2017]

Wali Kota Banda Aceh Aceh, Aminullah Usman dilantik pada 7 Juli 2017. Dia memenangi gelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banda Aceh yang digelar serentak pada 15 Februari 2017. Pesaingnya Illiza Saduddin Djamal, mantan wali kota yang pecetus Balee Inong.

Secara umum, Aminullah punya mimpi untuk menjadikan Banda Aceh lebih dikenal di dunia internasional. Sektor wisata religi, budaya dan kuliner menjadi andalan. Berikut petikan lengkap wawancaranya.

Dokumen Illiza Saaduddin Djamal

Bagaimana komitmen anda terhadap program inovasi Musrena? Bagaimana pun perempuan harus dilibatkan dalam pembangunan. Oleh Karena itu pemerintah Kota Banda Aceh, walaupun dicetuskan oleh wali kota sebelumnya, namum kita tetap komit. Karena kita berharap kaum perempuan dapat memberikan kontribusi banyak dalam pembangunan. Kesejahteraan tidak hanya untuk orang laki-laki, tapi juga perempuan. Jadi saya rasa demikian, kita komit dengan Musrena.

Sebelum menjabat Wali Kota, anda adalah ekonom yang aktif di bank. Apakah anda merasakan perubahan di Banda Aceh, sebelum dan sesudah adanya program inovasi Musrena? Saya melihat kaum perempuan di Banda Aceh sekarang sudah banyak yang ingin masuk ke sektor pembangunan, mereka sudah  mengetahui perannya. Sesama perempuan juga sudah saling bahu membahu untuk memberikan perhatian pembangunan kepada kaumnya. Kemajuan ini semakin kita sosialisasikan untuk kaum ibu, agar selalu ikut serta dalam perencanaan pembangunan.

Selanjutnya pak? (Manfaat Musrena) Ini sudah kita rasakan. Kita tidak meninggalkan kaum perempuan tahu pemerintah. Dalam perpartaian dan dalam segala macam pun harus melibatkan perempuan. Kita juga ada Dinas Pemberdayaan Perempuan, baru saja kami mengadakan pertemuan internal dan saya sudah meminta untuk dibuat aksi-aksi perempuan, buat aktivitas kaum ibu sehingga dirasakan bahwa perempuan punya peran dalam pembangunan.

Bagaimana akses ekonomi terhadap kaum perempuan di Banda Aceh? Banyak program yang kita susun. Banyak pedagang kecil, pengusaha, pedagang kali lima yang melibatkan kaum ibu. Mereka mendapatkan suatu kesempatan yang besar dalam menghidupkan rumah tangga, membangu ekonomi keluarga.

Foto: Humas Kota Banda Aceh

Apa yang dilakukan misalnya, untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat? Kami kemarin baru saja membentuk lembaga keuangan Baitul Qiradh, memberikan kesempatan kepada laki-laki dan perempuan secara sama. Lembaga ini membantu dunia usaha dalam permodalan, termasuk kaum ibu.

Apa potensi Banda Aceh yang akan dikembangkanYang pertama sekali adalah memajukan ekonomi kerakyatan dengan menghidupkan pedagang kecil, kemudian menghidupkan sektor wisata, terutama sekali wisata islami yang menjadi prioritas. Ada persoalan di Banda Aceh, setiap akhir pekan penduduknya banyak keluar daerah untuk liburan ke Medan, Jawa dan Malaysia. Sehingga perlu ada penggantinya wisatawan yang masuk. Ini yang akan kita genjot ke depan dengan konsep wisata di beberapa sektor. Misalnya menghidupkan sektor wisata budaya, wisata kuliner dan wisata halal dan wisata religi. Kita juga ingin mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir.

Lalu? Kalau kuliner, Banda Aceh sudah luar biasa, tak bisa dipungkiri. Kopi, makanan aceh, masakan, mie Aceh dan lainnya. Pagelaran seni budaya akan dibuat secara rutin sehingga wisatawan yang datang bisa menyaksikan misalnya seperti Seudati, Rapai Geleng, Saman, Debus dan lainnya yang unik.

Demikian laporan tulisan tentang tentang keberadaan Balee Inong di Kota Banda Aceh, salah satu inovasi andalan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia. [Habis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here