Riwayat Balee Inong #3: Angka Kemiskinan pun Menurun

0
15
Award untuk program Musrena | Dok. Illiza

Sejak terbentuk pada 2007 lalu, Balee Inong masih terus mencari format. Banyak protes muncul dari lembaga Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di gampong, yang mempertanyakan kalau sudah ada lembaga itu untuk apa lagi Balee Inong? Tapi protes itu semakin berkurang sejak diberikan pemahaman tujuan dan kepentingannya.

[Tulisan ini adalah bagian ketiga, tentang Balee Inong yang sukses di Banda Aceh. Saya mengumpulkan bahan dan menulisnya Akhir 2017 lalu. Tulisan kemudian mengisi salah satu Bab buku “Mencipta Inovasi” berkisah tentang tujuh wilayah inovasi di Indonesia. Buku diterbitkan TEMPO, Desember 2017]

Awalnya Balee Inong dibentuk perwilayah Kemukiman yang terdiri dari beberapa gampong. Satu kemukiman terdiri dari 4 – 8 gampong. Lembaga hanya bertujuan untuk menjawab kebutuhan perempuan di Banda Aceh sehingga memudahkan pemberdayaan, karena apapun kebutuhan perempuan berasal dari bawah. Usulan dari Balee Inong lah yang nanti dimasukkan ke Musrena dan ditampung dalam Musrembang Kota Banda Aceh.

Di Kota Banda Aceh saat ini, Balee Inong sudah ada di 19 daerah dalam sembilan kecamatan di Banda Aceh. Gedung yang tersedia belum lengkap, hanya ada 14 gedung. Untuk satu Balee Inong diisi sebanyak 25 – 35 pengurus yang terdiri dari beberapa desa di bawahnya. “Merekalah yang bertugas sebagai agen perempuan di tempatnya untuk menampung semua aspirasi dan pemberdayaan,” kata Badrunnisa, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Banda Aceh.

Dok. Illiza

Program itu membantu. Seiring waktu, pemahaman kebutuhan perempuan di tingkat desa membaik. Misalnya tentang pemberdayaan ekonomi, kesehatan perempuan, kebutuhan anak dan sosial kemasyarakatan lainnya. Balee Inong berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Banda Aceh. Kegiatan di bawah dinas sering dilaksanakan Balee Inong, seperti kegiatan sosialisasi KDRT, kesehatan reproduksi, perlindungan anak, tenaga kerja, peningkatan kapasitas seperti public speaking.

Kegiatan lainnya tergantung kreativitas sendiri, misalnya membangun usaha bersama untuk pemberdayaan ekonomi, membuat kue dan makanan olahan lainnya. Ford Foundation, salah satu lembaga donor ikut membatu penguatan Balee Inong. Sejumlah dana dikucurkan untuk modal usaha kelompok ekonomi yang digagas di bawah Balee Inong. Donor juga membantu mobiler kantor, membangun website dan berapa pelatihan.

Keberadaan Balee Inong semakin memperkuat Musrena yang telah berumur sepuluh tahun lebih. Dalam perjalanannya, Musrena telah diterima semua kalangan pengambil kebijakan sampai dari Kota sampai ke gampong-gampong. Kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Mekanisme pelaksanaannya diatur, selalu dilakukan awal tahun menjelang pelaksanaan Musrembang Kota Banda Aceh. Prosesnya dimulai di tingkat gampong dan di tingkat kecamatan yang kemudian berlanjut pada Forum Integrasi. Musrena di tingkat gampong bertujuan untuk mencapai kesepakatan usulan kegiatan desa, melakukan kajian desa, menggali informasi lainnya terhadap program yang akan dibiayai dari APBD dan Dana Desa.

Musrena berhasil menjadikan perempuan aktif dalam perencanaan pembangunan di Banda Aceh, hasil perencanaan kota pun menjadi lebih baik. Menurut Illiza Saaduddin Djamal, perubahannya dirasakan pada meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor. Pertumbuhan ekonomi perempuan meningkat, angka kemiskinan turun.

Dok. Humas Banda Aceh

Illiza mengatakan angka kemiskinan di Banda Aceh terus menurun, saat ini (2017) hanya 7 persen dari total jumlah penduduk 2016 sekitar 254.904 jiwa. Sebelumnya pada 2007, angka penduduk miskin berada di angka 9 persen. Sementara itu Pendapat Asli Daerah (PAD) juga bertambah dari 9 miliar pada 2007 menjadi lebih dari 250 miliar pada 2016. [bersambung]

@abuarkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here