Prestasi Azhari bersama Kura-kura

0
12
Foto: Muhadzier Maop

Singkat saja tulisan ini, hanya untuk menyampaikan selamat kepada Azhari Aiyub kawanku. Dia baru saja mendapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa ke-18 kategori Prosa untuk karyanya novel “Kura-kura Berjanggut”

Penghargaan diberikan Rabu malam 10 Oktober 2018 di Plaza Senayan, Jakarta. Selain Azhari, ada penghargaan untuk kategori Puisi yang diraih Avianti Armand dengan karya “Museum Masa Kecil” serta kategori Karya Pertama atau Karya Kedua yang diraih Rio Johan.

Kura-kura Berjanggut, karya Azhari adalah novel setebal hampir seribu halaman yang diluncurkan April 2018 lalu. Dia menyelesaikan selama 12 tahun. Bagaimana kisahnya menyelesaikan karya itu dapat dibaca di sini:

Kata itu direkam Azhari dalam pikirannya, kebetulan saat itu dia sedang merancang plot sebuah novelnya. Nama “kura-kura Berjanggut” kemudian cocok ditasbihkan menjadi gelar sebuah komplotan dalam karyanya, komplotan yang menjadi musuh utama Sultan Nurruddin atau Anak Haram yang memimpin Lamuri. Kisah Penulis tentang Karyanya: Kura-kura Berjanggut #1

“Ini bukan novel sejarah,” kata Azhari berulangkali saat aku menjumpainya suatu malam usai tarawih awal Juni lalu. Kami sedang membahas karya besarnya, sebuah novel “Kura-Kura Berjanggut”.“Ini Bukan Novel Sejarah”: Kura-kura Berjanggut #2

Sumber: twitter Richard Oh

Aku telah membaca novel itu sampai tamat. Sekali lagi, selamat untuk Azhari, terus berkarya dan sukses. Salam takzim untukmu kawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here