Pesan-pesan Saat Deklarasi Kampanye Damai

0
46

Deklarasi kampanye damai sebagai awal dimulainya tahapan kampanye Pemilu 2019, digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Aceh, deklarasi yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Ahad 23 September 2018.

Mengambil tema “Kampanye Anti-SARA dan Anti-hoax untuk Pemilih Berdaulat dan Negara Kuat” deklarasi diikuti unsur Forkopimda dan peserta Pemilu 2019, penggiat Pemilu dan masyarakat. Senam “Jantung Sehat” mengawali acara yang diikuti ratusan warga di Blang Padang. Tampak beberapa petinggi partai dan pejabat ikut melakukan gerakan-gerakan olahraga.

Usai senam, agenda memasuki inti acara. Para pejabat memberikan sambutan dengan pesan-pesan melaksanakan kampanye dengan baik, jujur dan adil sesuai semangat dari Pemilu.

Ketua Panitia yang juga komisioner KIP Aceh, Akmal Abzal mengatakan agenda disertai dengan ikrar bersama, penandatanganan prasasti dan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian. Semuanya ikut ambil bagian, perwakilan 20 Partai Politik di Aceh maupun 26 anggota DPD. Kemudian ada pawai mobil dan becak keliling kota Banda Aceh. Bagian sosialisasi bahwa kampanye telah dimulai, dan berakhir sampai 13 April 2019 mendatang.

Kapolda Aceh, Irjen Polisi Rio Septianda Djambak mengatakan dalam perkembangan teknologi selama ini, berita hoax semakin banyak menyebar di tengah masyarakat. Ini membuat masyarakat ikut memberi komentar pembenaran serta membagikan kembali informasi dari sumber yang belum tentu benar.

Karenanya dia mengajak semua peserta Pemilu 2019 maupun masyarakat Aceh, untuk mengindari dalam membuat berita hoax maupun menyebarkannya, termasuk ujaran kebencian dalam melaksanakan tahapan kampanye nantinya. “Mari saling saling menjaga demokrasi,” katanya.

Pada momen kampanye damai, Irjen Rio mengharapkan semua pihak dapat menyepakati poin-poin deklarasi dan berjanji untuk sopan, bermartabat, jujur dan adil dalam melaksanakan tahapan Pemilu 2019.

Pesan juga disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada kesempatan tersebut. Deklarasi harus menjadi acuan bersama dan dipatuhi, juga menjadi landasan dalam menghadirkan semangat Pemilu 2019 yang berkualitas di Aceh.

Nova sepakat, salau satu cara mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengedepankan kepentingan bersama di atas segala perbedaan serta menolak politik uang. Yang paling penting, Pemilu 2019 tidak membuat masyarakat Aceh terpecah belah karenanya.

Sementara itu Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi menegaskan deklarasi kampanye damai yang digelar hari ini bukanlah sekadar seremonial formalitas belaka. Kegiatan mempunyai semangat komitmen bersama untuk menciptakan pesta demokrasi yang aman dan tenteram di Aceh. “Kampanye harus menjadi pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya.

Secara umum, Pemilu 2019 akan memilih Presiden, anggota DPR, DPR tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta anggota DPD. Pemungutan suara digelar serentak di seluruh Indonesia pada 17 April 2019. Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin (nomor urut 1), serta Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno (nomor urut 2).

Sementara di tingkat provinsi Aceh, ada sebanyak 1.298 calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang akan bersaing merebut suara rakyat untuk 81 kursi yang tersedia. Calon anggota DPD dari Aceh tercatat sebanyak 26 orang, untuk empat kursi yang tersedia.

Deklarasi kampanye telah usai. Semoga semangat deklarasi mewarnai setiap kegiatan kampanye oleh peserta Pemilu 2019 di Aceh, damai dan tenteram. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here