Pengalaman Menggunakan Steempress, lalu Promosi

0
31

Empat hari lalu aku penasaran dengan plugin steempress, setelah @acehpungo promosi lewat postingannya. Dia meminta ku mengaktifkan kembali blog yang lama kutinggalkan. Lalu kucoba, hasilnya membuat gembira.

WordPress kini telah mengawinkan blog dengan steemit, lewat plugin steempress. Artinya jika anda menulis di #blog, maka juga tayang di #steemit, tanpa disentuh @cheetah. Menarik bukan?

Steemians yang memulai dari blog dapat kembali meliriknya agar teyap aktif, keuntungan pun lebih besar didapat. Lebih lagi, @steempress-io akan memberikan kurasi dalam postingan kita, mengupvote dengan sejumlah SBD.

Screen https://wordpress.org/plugins/steempress/

Saat luang, aku mencoba mengutak atik blog. Tapi tak berhasil mengupload #steempress di dalamnya. Kuperiksa berulangkali, sampai mengetahui kesalahannya ternyata blogku gratisan.

Ingin tahu lebih banyak, aku mencoba mempelajari pada sebuah website lembaga yang aku kelola, kebetulan memakai wordpress. Hasilnya, di website itu plugin steempress bisa ditanam karena berbayar.

Mulailah aku sewot meminta pentunjuk @acehpungo. Dia menyarankan untuk mengalihkan blogku, memakai yang berbayar. Tak menunggu lama, dia membantu proses dan lahirlah blogku adiwarsidi.com. Seluruh konten tulisan di blog lama, kupindahkan ke sana.

Setelah berhasil berbenah dengan tampilan seadanya, aku terus konsul dengan @acehpungo. Saran disampaikan untuk membuat postingan pertama memakai #steempress. Perintah kujalankan, dan postingan pertama ku adalah: Riwayat Balee Inong #1: Sebuah Inovasi Pemberdayaan Perempuan.

Postingan itu istimewa, kusebut demikian karena mendapat upvote sekitar 30 SBD oleh @steempress-io. Reward paling tinggi selama berada di steemit, sejak akhir Januari 2018 lalu. Salah seorang rekan, @arie.steem ikut memberikan komentar di kolom. Dia juga menghubungi melalui discord, memberikan petunjuk untuk marapikan postingan dengan mengedit kembali di steemit, setelah posting. Hal ini dikarenakan postingan yang tampak rapi di blog, belum tentu terlihat rapi di steemit. Mungkin kode perintah pengaturan konten yang sedikit berbeda.

Semangat bertambah, dan selanjutnya postingan kedua meluncur, kurasi tetap diberikan oleh @steempress-io, kendati tak sebesar yang pertama. Postingan ini adalah yang ketiga memakai plugin tersebut.

Hari ini, aku bertemu dengan beberapa kawan steemian di kantor; @habilrazali29, @rezafahlevi dan @afifuddin. Hal gembira ini kusampaikan kepada mereka, tertarik tentu saja dan semoga mereka ikut meramaikan steempress kemudian.

Bersama @habilrazali29 dan @rezafahlevi

Pada akhirnya, mengelola bersama blog dan steemit dapat dilakukan bersamaan. Kita juga tetap bisa bergelar blogger dan steemians dalam waktu bersamaan. Demikian pengalaman menarik ku mennggunakan steempress, semoga bermanfaat. Salam dan sukses selalu. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here