Para Calon Senator

0
32

Menjelang tengah malam segala urusan selesai, para calon Senator asal Aceh telah mendaftar untuk syarat mengikuti Pemilu 2019. Kebiasaan lama yang membudaya, menyelesaikan segala urusan di ujung batas. Ini terjadi pada semua lini, bahkan untuk hal genting.

Calon Senator adalah calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Aceh. Mereka akan menjadi peserta Pemilu 2019 untuk dipilih rakyat dan bertugas di Jakarta. Hanya empat orang dengan suara terbanyak yang berhak pada jabatan itu.

Jelang tengah malam tadi, Rabu 11 Juli 2018, sampai pukul 23.59, seluruhnya mereka telah mendaftar resmi ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah Indonesia lainnya. Berkas daftar kemudian akan diverifikasi kembali dan jika tak lengkap diberikan waktu perbaikan pada 21 – 24 Juli nanti.

Seluruhnya ada 27 orang sesuai data yang ada di KIP Aceh. Mereka dijaring setelah menyerahkan bukti didukung minimal 2.000 rakyat Aceh. Dan dukungan harus tersebar pada minimal 50 persen dari total kabupaten/kota di Aceh yang berjumlah 23 daerah tingkat dua.

Kendati pendaftaran secara resmi untuk memasukkan segala berkas administrasi dari surat sehat sampai izajah terakhir, telah dibuka sejak tanggal 9 Juli lalu, tapi mereka semuanya memilih di akhir. Tak ada yang mendaftar di tanggal 9 Juli, hanya ada tujuh orang yang mendaftar di 10 Juli, dan sisanya di hari terakhir yang sebagiannya malam.

“Capek juga ngurus berkas, hampir tak jadi daftar,” kata seorang calon, Fadhli Abdullah yang datang paling akhir. Dia mantan kombatan GAM, dikenal dengan nama Petrus. Aku sempat mengobrol lama dengannya, soal isu paling hot di Aceh saat ini.

Kulihat di buku registrasi, Abdullah Puteh adalah orang pertama mendaftar. Dia mantan Gubernur Aceh tahun 2000 – 2004. Tadi siang aku sempat bertemu dengan salah seorang yang lain, Ghazali Abbas Adan, mantan Abang Jakarta tahun 70-an yang maju kembali sebagai Senator.

Ada juga Sudirman alias Haji Uma yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPD Aceh, juga maju lagi. Sebagian lain yang kukenal adalah Mukhlis Muktar, pengacara yang mantan anggota DPRA. Satu-satunya perempuan adalah Irsalina Husna Azwir, seorang dokter.

Berikut adalah nama-nama mereka (sesuai abjad): Abdullah Puteh, Andri Liska, Anwar Ahmad, Bukhari MY, Burhanuddin Daud, Fachrul Razi, Fachrurrazi bin Hamzah, Fadhli Abdullah, Fajran Zain, Ghazali Abbas Adan, Hasanuddin Darjo, Irsalina Husna Azwir, Iskandar, M Fakhruddin, M Fadhil Rahmi, Masri Gandara Marzuki, Muhammad Ali, Mukhlis Mukhtar, Muntasir Hamid, Murdani, Mursalin, Raihan Iskandar, Sudirman, T Abdul Muthalib, T Bachrum Manyak, T Saifullah, Tarmilin Usman. []

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here