Nasib Aceh di Tangan Para Presiden: Perang dan Damai, Lalu?

0
35
Desain: Edi IP

Presiden Joko Widodo akan dilantik kembali sebagai Presiden Indonesia untuk periode 2019-2024, pada Minggu (20/10), bersama wakilnya KH Ma’ruf Amin, sebagai Wakil Presiden Indonesia. Mereka memenangi Pemilu 2019, dengan perolehan suara 55,50 persen suara.

Di Aceh, suara perolehan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sangat kecil. Mereka hanya mampu mendulang 14,08 persen suara dari 3,5 juta lebih pemilih. Jauh dibandingkan dengan perolehan calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Padahal sebelumnya di Aceh, dalam Pemilu Presiden 2014, Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mampu meraih suara sampai 45,61 persen. Pasangan Prabowo dan wakilnya saat itu, Hatta Rajasa unggul tipis.

Kenyataan kekalahan jauh Jokowi di Aceh, menimbulkan sejumlah tanda-tanya bagi warga di Serambi Makkah. Bagaimana nasib Provinsi Aceh selanjutnya, tak mampu ditebak. Hanya satu yang tak boleh terulang, konflik.

Jokowi di Aceh. Dok. Humas Aceh

Jokowi menjadi presiden ketujuh bagi Aceh dan Indonesia. Sepanjang sejarah republik, Aceh punya catatan panjang soal konflik yang terus muncul sejak Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Konflik berulang semasa Indonesia dipimpin Soeharto, lalu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono berhasil menghadirkan perdamaian, sejak 14 tahun lalu. Damai bertahan hingga kini.

Bagaimana para Presiden Indonesia sebelum Joko Widodo mengelola konflik Aceh? Berikut data dan fakta yang dihimpun acehkini:

Selangkapnya kunjungi link berikut: Nasib Aceh di Tangan Presiden

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here