Mengaji, Sebuah Syarat Wakil Rakyat [Aceh]

0
75

Ratusan calon anggota legislatif (Caleg) untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berdatangan ke Asrama Haji Banda Aceh sejak 16 Juli sampai 19 Juli 2018. Mereka akan mengikuti uji mampu baca Alquran, sebuah syarat untuk berhak dipilih rakyat.

Karena belum kelar dan ada yang berhalangan, waktu kemudian ditambah selama dua hari untuk uji baca Alquran yang berakhir besok, 21 Juli. Para Caleg tersebut akan menjadi peserta Pemilu Legislatif 2019 mendatang, yang digelar serentak seluruh Indonesia pada 17 April 2019. Saat ini, tahapannya adalah pendaftaran calon dari 20 partai di Aceh.

Uji baca Alquran hanya ada di Aceh, berlaku untuk para wakil rakyat beragama Islam yang bakal duduk di DPRA dan DPRK. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengatur petunjuk teknisnya sesuai Keputusan KPU Nomor 869/PL.01.4-Kpt/03/KPU/VII/2018 tertanggal 6 Juli 2018.

Uji baca Alquran Caleg DPRA 2019

Jurinya adalah tim independen dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan lembaga lainnya yang dianggap kompeten. Di KIP Aceh, ada 30 orang penguji yang dibagi dalam 10 tim untuk menguji para Caleg dalam 10 Daerah Pemilihan (Dapil) untuk DPRA.

Salah seorang penguji, Ustad Zulhadi mengatakan tatacara yang dipakai merujuk pada Qanun Nomor 3 Tahun 2008. Ujinya bukan seperti Musabaqah Tilawatil Quran, tetapi cukup hanya bisa membaca Alquran dalam artian tidak salah baca dan tidak salah baris (haraqatnya). Waktu uji rata-rata hanya lima menit saja.

Aturan uji baca Alquran bagi wakil rakyat sesuai dengan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh alias UUPA yang kemudian diturunkan dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2008. Ujian ini pertama kali dipakai di Aceh pada Pemilu Legislatif 2014 lalu.

Uji baca Alquran tak hanya buat anggota dewan, tapi juga para calon Gubenur, Bupati yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).  Pada Pilkada 2017 lalu misalnya, para calon diuji secara terbuka di Masjid Raya Baiturrahman.

Uji baca Alquran Calon Gubernur Aceh, Pilkada 2017

Dalam beberapa hari melihat proses uji baca Alquran, aku mengamati ada juga yang tidak bisa membacanya, bahkan tidak mampu mengenali huruf dengan lancar. Para Caleg bisa saja tidak lulus, dan berhak digantikan oleh Caleg baru yang ditunjuk partainya. Begitulah aturan untuk wakil rakyat di Aceh, harus mampu mengaji. []

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here