Kopi Madu ala ‘Abu Master’

0
142

Sebuah tawaran tak mampu kutolak, saat Davi meminta untuk mencoba racikan baru di warungnya, ‘Abu Master Kupi’. Jenis itu memang tak asing di telinga tapi tak semua kedai menyediakannya.

“Coba bang, dijamin ketagihan,” tantangnya. Dia bahkan menawarkan diri untuk membuatnya, tapi aku menolak dan meminta barista di warungnya yang meracik kopi arabika dengan campuran madu.

Ratno yang duduk bersamaku tak mau kalah, memesan satu. Maka terhidanglah ‘Kopi Madu’ di meja kami kala menyelesaikan beberapa tugas pada Kamis sore lalu. Sambil beraktivitas dengan laptop, kuhirup dalam-dalam aroma kopi sebelum mencicipinya. Lalu… slurp, rasa kopi dan madu bercampur, nikmatnya tiada kentara.

Ratno dengan Kopi Madu

Sebelum diaduk, kopi terpisah dari madu. Kopi di bagian atas menandakan massa jenisnya dalam ilmu fisika lebih rendah dibandingkan dengan madu yang berada di bawah. “Madunya ini jaminan mutu, didatangkan khusus oleh kawan-kawan dari Komunitas Hutan Wakaf,” kata Davi.

Komunitas Hutan Wakaf adalah ide beberapa anak muda yang memberdayakan lahan kritis di beberapa wilayah Aceh untuk ditanami dengan ragam pohon bernilai ekonomis. Mereka menggalang dana dan mengajak pemerintah untuk peduli terhadap lingkungan.

Kopi madu ragam manfaat, kendati Davi tak menjelaskan secara rinci. Kopi yang dicampur madu lebah dapat menambah stamina tubuh, mencegah kangker, bahkan mengurangi risiko diabetes. Dalam kondisi apapun, mencampur kopi dengan madu berlipat ganda lebih baik untuk kesehatan, tinimbang mengaduknya dengan gula.

Ini adalah racikan percobaan kesekian kali dari warung Abu Master yang dimiliki Davi, sahabat karibku. Warungnya masih baru, dibuka pada 10 Agustus 2018 lalu memanfaatkan lahan lebih di samping kantornya di kawasan Desa Lambhuk, Banda Aceh. Lokasi itu juga menjadi markas Forum Jurnalis Lingkungan (FLJ).

Satu racikan modifikasi kopi lainnya yang pernah kucicipi di sana adalah Kopi plus Air Kelapa, tapi tak begitu nikmat kendati tidak terlalu buruk untuk dicoba.

Tiga pekan lalu, kami pernah mencicipi racikan Kopi Nira, memanfaatkan nira yang dibawa Iwan, pengurus JPL, sepulangnya dari Kuta Malaka di Aceh Besar. “Nanti akan kita coba kopi nira di sini,” kata Davi kala itu.

Meracik kopi nira

Nikmat kopi madu masih terbayang hingga saat menulis ini. Sabtu atau Ahad besok, aku akan ke sana untuk kembali mencicipinya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here