Kopassus Muda dan Ganja Beutong

0
102

Aku tak ingat persis tanggal pastinya, pada awal tahun 1994 seorang perwira muda Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elit TNI Angkatan Darat berkunjung ke sekolah kami, SMA 1 Bireuen, Provinsi Aceh.

Dia datang bersama beberapa rekannya membawa sekarung ganja, sebagian daun masih melekat ke batang. Ada juga satu tahanan yang telah dicukur ala anak punk. Kami, para siswa dikumpulkan oleh para guru di ruang aula, duduk berjejer.

Perwira muda itu penampilannya bersahabat, memakai seragam SMA yang kuketahui belakangan pinjaman dari seorang rekanku, Mulyadi namanya alias Wak Moel. Rekannya dengan seragam loreng, sebagian kaos.

Dia dipanggil komandan oleh beberapa yang lain, bertubuh tinggi lumayan tampan dan berbicara lugas terlatih komunikasi, membuat rekan-rekanku yang perempuan menebar gosip tentangnya sampai tiga hari kemudian. Dia lulusan AKABRI angkatan 1987.

Berkunjung ke sekolah kami, mereka punya misi sosialisasi narkoba tentang bahaya ganja bagi remaja. Ganja dalam karung ditunjukkan sebagai barang haram yang harus dibasmi. Kopassus itu mengaku mendapatkannya di Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya yang tumbuh subur di perbukitan.

[Sumber gambar 1 dan 2]
Dalam ingatanku yang samar, tentara itu menyebut telah membasmi ratusan batang di kawasan itu. Berton-ton didapat sengaja atau tidak telah ditanam oleh warga sekitar. Saat itu konflik Aceh masih berkecamuk, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) masih mengangkat senjata melawan pemerintah.

(Bukan komentar dari Kopassus itu) GAM bahkan diklaim aparat menanam ganja untuk membeli senjata, aku kerap mendengar dugaan ini dari beberapa tentara di kampungku.

Kembali ke sekolah. Pemuda berpangkat Letnan Satu terus memberikan petuah, yang didengar acuh tak acuh oleh beberapa kawanku. Maklum, ganja saat itu menjadi kebiasaan beberapa remaja sekolah dicampur dengan rokok commodore. Bahkan setelah sosialisasi, masih ada yang meneruskan kebiasaan mengisap ganja di kantin belakang.

Belakangan, aku teringat lagi pada Kopassus itu ketika satu nama TNI dilantik menjadi Komandan Paspampres pada 22 Oktober 2014, Mayor Jenderal Andika Perkasa. Nama itu pula dengan tiga bintang di pundaknya, Jumat kemarin diangkat menjadi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Andika (kiri) [sumber]
Saat pengangkatan itu, aku masih ragu, benarkan dia yang dulu berkunjung ke sekolah kami. Maklum penampilannya sedikit berubah dan badannya berisi. Lalu kutanyakan kepada beberapa kawan seangkatan SMA tentangnya, beberapa langsung langsung mengingatnya, bahwa benar dialah yang membawa sekarung ganja.

Pengakuan kawan angkatanku

Bahkan seorang kawanku bernama Halim pernah mengirimnya pesan ucapan selamat saat Andika diangkat menjadi Komanda Paspampres. Mengingatkan pengalamannya, dan dibalas senyuman oleh beliau. Begitulah sebaris karir Andika yang masih kuingat saat kami bersua puluhan tahun lalu. Selamat atas jabatan baru anda. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here