Ke Nagan Raya, Cobalah Mie Tek Tek

0
102

Jangan salah dibaca dan dipahami, ini Mie Tek Tek, bukan Mie Tek atau Mie Te tek. Nama itu disematkan pada sebuah warung yang menjadi idola di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Hanya satu-satunya, tanpa cabang.

Jumat malam lalu, aku sedang di sana ketika perut terasa lapar. Kawan mengajak makan di warung terdekat, kami berangkat. Sambil ngopi sanger arabika di Kuala Coffee, aku memesan sepiring indomie goreng. Sambil menikmati nikmatnya kopi, tiba-tiba seorang kawan lainnya menghubungi lewat handphone untuk merapat ke Pasar Jeuram, Ibukota Nagan Raya.

Perut masih kenyang, tapi aku tak kuasa menolak ajakannya setelah mendengar nama kuliner yang ditawarkan, ‘Mie Tek Tek’. Penasaran saja, seperti apa bentuknya. Dalam pikiranku, mie tersebut dicincang (tek tek) sampai halus. Lalu berangkatlah kami sana.

Ternyata aku salah setelah melihat bentuknya. Kuliner ini sama seperti Mie Aceh pada umumnya, dengan bahan utama mie kuning dibuat dengan mengandalkan bumbu warisan para leluhur. Rasanya tentu enak dan aku penyuka makanan itu.

“Lalu kenapa namanya Tek Tek,” kataku bertanya pada pelayan warung yang sibuk melayani pelanggan.

“Yang ditek tek itu ayamnya sebagai menu campuran mie, kalau mie yang dicincang bisa hancur lah,” katanya sembari tersenyum. Kini aku paham dan tertarik mencobanya. Rasanya sama saja seperti Mie Aceh, tapi rasa daging ayamnya kentara, menambah nikmat.

Kami memesannya masing-masing sepiring dan memakannya sampai habis, kawan ku juga sama kandati telah makan sebelumnya. Rasa penasaran terobati.

Pelayan warung bercerita, Mie Tek Tek mengandalkan ayam sebagai tambahan yang dicampurkan ke dalam mie. Warung bangunan kayu tua itu dimiliki oleh toke mereka, namanya Pak Yusri yang tidak berada di sana. “Ini sudah lama bang, sudah turun temurun. Kami hanya pekerja,” kata seorang pelayan.

“Apa ada di tempat lain?” tanyaku. “Tidak ada, hanya ada di sini, kami juga tidak buka cabang,” jelasnya. Pelanggan terus berdatangan, sebagian besar memesannya dibungkus, bukan menikmatinya di sana.

Para blogger dan steemians, jika anda ke Nagan Raya, cobalah singgah di sana menikmati kuliner Mie Tek Tek. Dijamin akan ketagihan, apalagi jika anda pecinta Mie Aceh.

Suatu saat jika rindu dengannya, aku akan membeli ayam, membawa ke warung mie di tempatku, meminta pelayan untuk mengolahnya menjadi Mie Tek Tek. Mungkin saja sama rasanya, atau minimal sedikit mirip. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here