Kala Penggemar #steempress Duduk Rembuk

0
39
Foto: @pieasant

Rencana itu akhirnya terlaksana, mengumpulkan beberapa rekan yang blogger juga steemian. Mereka bisa menyandang dua gelar itu sekalian, sejak plugin #steempress yang ditanamkan di dalam WordPress mampu mengawinkan blog dengan #steemit.

Selasa siang kemarin, setelah @acehpungo kembali dari luar kota, kami merencanakan kumpul untuk membangun sebuah forum. Kesepakatan waktu dan tempat dibicarakan lewat Group WhatsApp (WA), dan Warung Kopi Cut Nun Pango, Banda Aceh menjadi pilihan, waktunya pukul 19.30 WIB.

Waktu kumpul tiba, kami telah duduk di di meja yang digabung untuk memudahkan bicara. Mereka yang hadir, aku sendiri, @acehpungo, @wenaxan, @munaa, @bookrak, @pieasant dan @farizalm. Beberapa absen karena beda kota, seperti @tinmiswary, @zamzamiali, @sangdiyus dan lainnya. Sementara @iamgepe ingkar janji, mungkin ketiduran.

Tak ada hal penting dalam pembahasan, hanya kerinduan sesama teman dan belajar pada yang paham tentang pengelolaan WordPress, @acehpungo adalah ahlinya. Kepada sebagian kami, dia sukses mengajak mengelola blog bersamaan dengan steemit, setelah steempress diluncurkan.

Ada sebuah hajatan yang digagas sebelumnya, untuk membangun komunitas bagi blogger yang steemians. “Hanya untuk diskusi dan berbagi pengalaman, kalau perlu juga promosi,” kataku kepada kawan-kawan.

“Nanti kita bisa berkumpul lagi untuk pertemuan yang lebih lengkap, sambil promosi. Ini hanya diskusi kecil,” @acehpungo memberi arahan. Semua kawan setuju, selanjutnya disibukkan dengan diskusi seputar steempress dan membuat blog yang baik.

Kesempatan itu juga kumanfaatkan untuk membenahi tampilan blogku, adiwarsidi.com yang belum sedap pandang. Ada beberapa bagian yang masih tak beraturan. @acehpungo membimbing dengan sabar.

@wenaxan, @munaa dan @bookrak juga terlibat diskusi ringan. “Saya sudah mulai diupvote oleh akun steempress setelah sepuluh hari lebih menggunakannya,” kata @munaa girang. Selama ini, dia selalu bertanya apa kiat untuk dikunjungi mereka. Kami juga tak paham.

Diskusi mengerucut pada nama komunitas yang direncanakan. Bagian ini, aku tak berani melangkahi @acehpungo, biar dia saja yang menuliskan di postingannya nanti.

“Goooalll” suara gemuruh di bagian depan warung, laga Piala Dunia sedang berlangsung antara Swedia dan Swiss. Sebagian kami berlari ke depan melihat tayangan ulang. Gol itu satu-satunya dalam pertandingan yang meloloskan Swedia ke babak selanjutnya.

Bincang-bincang kembali berlangung, tapi sudah kurang fokus. Ada informasi beredar viral di group-group WA, bahwa Gubernur Aceh sedang diperiksa KPK di Polda, usai dijemput di Pendoponya. Tadi pagi, beliau dibawa ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan kasus korupsi yang menjeratnya.

Tepat pukul 23.00 WIB, kami memutuskan bubar. Dalam waktu dekat, akan duduk kembali membahas kelanjutan rencana sambil mendalami blog dan steemit. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here