‘Harimau’ di Jalan Kota

0
70
Foto: Ratno | WAG JPL

Ada yang baru di Car Free Day Banda Aceh, Ahad pagi 29 Juli 2018. Sebagian orang, mengecat sebelah mukanya dengan loreng harimau. Tak menyeramkan, tapi jenaka. Mereka mengusung pesan, selamatkan harimau kami.

Car Free Day yang membebaskan separuh Jalan Tgk Daud Beureueh saban Ahad pagi, dimeriahkan dengan peringatan Global Tiger Day (Hari Harimau Sedunia). Agenda ini diusung oleh komunitas Tiger Heart Aceh, yang dicetus sejak awal Februari 2018 lalu. Ini adalah jaringan relawan Forum Harimau Kita yang menaungi beberapa lembaga pecinta satwa dan lingkungan.

Koordinator Tiger Heart Aceh, Cut Ervida Diana mengatakan peringatan Hari Harimau Sedunia di Banda Aceh mengusung tema ‘Kearifan lokal untuk Konservasi Harimau Sumatera’. Ragam kegiatan digelar seperti kontes foto, melukis sampai pawai mengusung pesan-pesan.

Foto: Humas Banda Aceh

Harimau Sumatera diambang punah, menjaganya adalah kewajiban semua pihak untuk keseimbangan ekosistem hutan. Maka, Cut Ervida mengajak warga untuk peduli pada kampanye-kampanye penyelamatan hewan langka itu.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman ambil bagian dalam kegiatan tersebut, bahkan turun menandatangani Piagam Global Tiger Day 2018, guna menegaskan keseriusannya dalam kampanye menjaga lestarinya Harimau Sumatera. “Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam usaha konservasi Harimau.”

Populasi Harimau makin berkurang dari tahun ke tahun. Beberapa waktu lalu, Forum Harimau Kita merilis hewan tersebut diprediksi berjumlah sekitar 1.000 ekor pada tahun 1978. Belakangan jumlahnya terus menurun. Data yang disampaikan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, jumlah Harimau Sumatera saat ini diperkirakan kurang dari 500 ekor, sekitar 200 ekor di antaranya hidup di hutan-hutan Provinsi Aceh.

Deforestasi hutan, perburuan, konflik dengan manusia menjadi penyebab utama habitat hewan langka ini terus berkurang. Hanya dengan melindungi dan menjaga wilayah hidupnya, Harimau akan selalu hidup dan tak menjadi dongeng maupun lukisan rumah di kemudian hari.

Sumber WWF Indonesia

Harimau Sumatera dengan nama latin Panthera Tigris Sumatrae menjadi satu sub-spesies harimau dari tiga jenis yang hidup di Indonesia. Jenis ini bertubuh kecil dibandingkan dengan saudaranya yang berada di Afrika dan Amerika Latin. Jika sudah dewasa memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter dengan berat mencapai 100 – 140 kilogram, dengan panjang tubuh kisaran 2,5 meter. Jenis betina sedikit lebih ramping. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here