Gayo Alas Festival: Kopi, Alam dan Budaya

0
29
Foto: Panitia GAMI Fest 2018

Empat kabupaten di dataran tinggi Gayo sedang menggelar even nasional, “Gayo Alas Mountain International (GAMI) Festival 2018” yang dibuka pada 14 September dan berakhir 24 November 2018. Daerah yang terlibat; Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Agenda yang telah direncanakan lama itu dibuka Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada Jumat 13 September 2018 dalam gerimis hujan di lapangan Musara Alun Kota Takengon. Tari kolosal melibatkan 350 penari tampil baik menampilkan kreasi budaya.

“Sataran Tinggi Gayo-Alas adalah negeri penghasil kopi terbaik dunia,” kata Nova dalam sambutannya.  Wilayah itu juga punya alam asri, kawasan ekosistem leuser yang telah menjadi warisan dunia UNESCO.

GAMI Festival bertujuan memperkenalkan dataran Gayo secara luas kepada masyarakat Indonesia dan dunia. Ragam kegiatan digelar di sana sepanjang agenda berlangsung, dati tarian massal, lomba perahu, festival panen kopi, ekspedisi gunung Burni Telong, pacuan kuda, rafting, dan pameran serta aneka kegiatan budaya lainnya.

Gayo terkenal dengan tiga hal, membuat warga dan pemerintah setempat tak susah payah melakukan promosi. Tiga hal itu menurut Asisten Deputi pengembangan Destinasi Regional II, Reza Pahlevi, adalah Kopi, Saman dan Leuser. Ketiganya bisa dikembangkan lebih baik, menjadi kawasan geopark unggul Indonesia.

Wilayah itu juga punya Danau Lut Tawar, Gunung Leuser dengan aliran Sungai Peusangan yang dikenal jernih, menjadi sumber cadangan air bagi warga di kawasan pesisir Bireuen dan Aceh Utara.

Ahad kemarin, bagian dari GAMI Festival 2018, pawai budaya dataran tinggi Gayo atau ‘Gayo Alas Art Carnival’ digelar dengan melibatkan ratusan siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dengan pakaian adat yang dipadu-padan dengan ragam tema. Iringan tarian tak lupa dipersembahkan untuk ramainya suasana.

Satu hari sebelumnya, Fun Rafting juga ambil bagian dalam GAMI Festival 2018. Ada puluhan tim yang ikut serta dibagi dalam beberapa bagian, kelas pelajar, kelas instansi pemerintah dan kelas pegurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh.

Arung jeram memanfaatkan aliran DAS Peusangan di kawasan Lukup Badak, Pegasing, Aceh Tengah. Lokasinya sejuk dan menggoda, yang dikelola serius sejak setahun lalu.

Masih banyak kegiatan lainnya yang bakal berlangsung di saja, sampai 24 November mendatang. Anda pencinta kopi, pecinta alam atau pengagum budaya Gayo, jangan lewatkan kesempatan menarik ini. Silakan kunjungi untuk merasakan sensasinya. []

Foto-foto: Panitia GAMI Festival 2018

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here