Bukan Kapan Nikah, Ini 5 Bahasan Para Generasi X Setelah Lama Pisah

0
155
Kami para Generasi X, saat reuni perak SMA 1 Bireuen

Berbeda dengan para generasi milenial, yang selalu menjadikan pertanyaan kapan nikah sebagai bahasan pentin, jika bertemu sesamanya. Generasi X atau generasi di atas milenial punya bahasan berbeda jika berjumpa, apalagi setelah puluhan tahun tak saling bertatap muka.

Ini pengalaman pribadi, saat merekam pembicaraan seratusan rekan-rekan sebaya kala mengikuti reuni Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam suasana silaturahmi Idul Fitri 1440 Hijriah. Rata-rata kami adalah kelahiran 1974 sampai 1978, menamatkan SMA tahun 1994.

Semua kami adalah Generasi X yang didefinisikan sebagai generasi yang lahir dalam rentang tahun lahir 1965 sampai 1980. Generasi di bawahnya adalah Generasi Y atau kaum milenial.

Saat mengikuti reuni, kebanyakan dari kami sudah tak bertemu lagi setelah menamatkan SMA, atau sekitar 25 tahun. Suasananya jelas heboh, saling bertanya dan membahas beberapa hal, menjadi rujukan perilaku bertanya para Generasi X.

Berikut bahasan 5 isu paling dibahas para Generasi X jika bertemu kembali setelah lama pisah:

  1. Seputar rumah tangga

Menanyakan seputar rumah tangga paling sering dilakukan Generasi X. Beberapa pertanyaan seperti; berapa jumlah anak, pendidikan anak, sekolah anak, rencana tambah anak, selalu menjadi pembuka tegur sapa setelah salaman dan berpelukan. Bahkan sebagian menyertainya dengan candaan; ada rencana tambah istri?

Ada sebagian yang belum mempunyai anak? Ini tidak menjadikannya sebagai pertanyaan sensitif, karena yang ditanya juga paham kalau mereka lama tak bertemu. Biasanya si penanya akan mengalihkan dengan pertanyaan lain.

  1. Berdomisili di mana

Tempat tinggal menjadi bahasan selanjutnya para Generasi X, jika bertemu kawan lama. Sebagian disertai dengan pertanyaan tentang kondisi kota tersebut, jika si penanya pernah mengunjungi tempat itu. Pada bagian ini, mereka akan saling menawarkan kunjungan ke rumah jika singgah atau berkunjung ke kota dimaksud.

  1. Kondisi kesehatan

Umumnya bahasan soal kesehatan diawali dengan pandangan sekilas terhadap fisik kawannya. Jika kawannya terlalu kurus atau terlihat pucat, kurang bergairah, akan disertai pertanyaan; sehat kan? Yang ditanya akan menceritakan kondisinya, menderita sakit, atau hanya kurang tidur akibat tuntutan pekerjaan. Selanjutnya, meraka akan saling memotivasi

Candaan juga banyak melucur di bagian ini. Jika melihat kawannya terlalu gemuk, maka ada beberapa komentar lucu, misalnya; sudah mulai kurus ya, makmur sekali, atau selalu senang ya? Yang ditanya akan membalas juga dengan candaan, Generasi X umumnya sudah dewasa dan berpengalaman menghadapinya. Lalu, beberapa saran disampaikan seperti rajin olahraga dan menjaga kesehatan.

Foto: Adi W
  1. Seputar pekerjaan

Bahasan seputar pekerjaan juga kerap menjadi pembicaraan para Generasi X. Jika kebetulan mempunyai pekerjaan yang sama, tapi tinggal di daerah berbeda, diskusi akan semakin hangat.

Ada juga Generasi X yang memanfaatkan pertemuan kembali setelah sekian lama, dengan saling membangun jaringan untuk mengembangkan usaha dan bisnisnya. Jika belum mempunyai pekerjaan tetap, mereka akan saling berjanji membantu memenawarkan solusi.

  1. Kenangan lama

Bagian ini paling seru jika Generasi X bertemu sesamanya kembali. Dimulai dari mantan pacar, kenangan pada sekolah, pada guru, sampai kenangan pada sosok rekan lainnya. Ada pesan khusus disampaikan jika membahas kekasih dulu. Hati-hati, jangan sampai cinta lama bersemi kembali.

Begitulah jika Generasi X bertemu sesamanya, setelah puluhan tahun pisah. Beda jauh dengan Generasi Milenial apalagi  Generasi Z, bagaimana pendapat anda? []

Artikel ini pertama kali tayang di acehkini.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here