At-Taqarrub setelah 6,5 Skala Righter

0
42

Lebaran pertama Idul Adha Rabu lalu, dalam perjalanan ke kampung halaman, aku singgah sejenak istirahat dan salat Ashar di Tringgadeng. Pilihannya adalah Masjid At-Taqarrub, yang telah disulap menjadi baru setelah rubuh diguncang gempa 6,5 Skala Righter yang berpust di Pidie Jaya, 7 Desember 2016 lalu.

Sungguh, jika bukan karena sering melewati kawasan itu, masjid itu hampir tak kukenal. Hanya ada bekas masa lalu yang masih terpacak di sana, sebatang pohon tua di sudut sebelah kanan masjid.

Selebihnya, masjid lama tak bersisa bahkan pagarnya dibongkar untuk dibuat baru yang lebih megah. Masjid lama hancur akibat gempa yang bersama ratusan lebih bangunan lainnya, toko dan rumah warga. Gempa pada subuh itu menelan korban jiwa 104 orang, dengan hampir seribuan luka-luka.

Beberapa bulan kemudian masjid dihancurkan. Akhir 2017, perencanaan mendirikan masjid baru dibuat dengan dana sumbangan Presiden Indonesia, Joko Widodo, senilai Rp 26 miliar. Hampir enam bulan kemudian, masjid kelar dengan warna putih berkubah biru.

Masjid berlantai dua, lantai dasar dipakai sebagai tempat wudhu dan lantai atas untuk tempat salat. Kubahnya punya lingkaran besar yang mengalirkan hawa sejuk ke dalam masjid, bergaya modern Timur Tengah.

Bangunan itu tepat berada di tapak masjid lama, berdiri megah di atas lahan seluas 4.600 meter persegi, sanggup menampung jamaah sebanyak 2.000 orang. Bagian pagar depannya dibangun rendah, dengan tulisan nama masjid di depannya. Area parkir berada di luar pagar.

Masjid itu awalnya dibangun sejak 1982 atas prakarsa masyarakat yang menyumbangkan sebagian hartanya, selain uang juga dikumpulkan beras, telur sampai padi seusai panen raya. Empat tahun selanjutnya, masjid siap dan diresmikan. Karena letaknya strategis, masjid kerap digunakan untuk salat para jamaah yang melintas di jalan nasional Banda Aceh – Medan.

[Sumber] Masjid sebelum gempa

[Sumber] Kondisi masjid saat gempa

Bencana gempa akhir 2016 kemudian merusak bangunan tersebut, hingga dibangun baru seperti yang terlihat sekarang ini. Masjid indah itu menjadi idola baru warga setempat, serta mereka yang melintas di wilayah tersebut. Saat aku singgah di sana, beberapa warga tak lupa mengabadikan dirinya di depan masjid, kami juga.  []

Arkan bergaya di depan masjid baru

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here