Argentina, Piala Dunia 2018 dan Kenangan 1990

0
18
[Source](https://www.pulse.ng/sports/football/super-eagles-wary-of-messi-argentina-players-at-world-cup-2018-id8541023.html)

Argentina memang tuah, finalis Piala Dunia 2014 yang bertabur bintang hampir pulang kampung lebih awal pada Piala Dunia 2018. Mereka beruntung di laga akhir.

Selasa malam waktu Indonesia Barat, aku terpaksa bergadang untuk menyaksikannya berlaga melawan Nigeria. Aku memang mengagumi tim itu sejak meraih Piala Dunia 1996 silam, saat masih berumur belasan tahun. Maradona, bintang saat itu selalu dibicarakan anak-anak seusia.

Piala Dunia 2018, Argentina berada di Group D bersama Kroasia, Nigeria dan Islandia. Tim Tango mengawali laga dengan buruk, ditahan Islandia 1-1. Bahkan Messi, sang bintang tak bisa membuat gol dalam tendangan penalti. Laga kedua, mereka tampil lebih buruk dikalahkan Kroasia dengan tiga gol tanpa balas.

Semalam, laga penentuan dan Argentina menang 2-1 atas Nigeria. Pertandingan sengit dengan keunggulan pertama yang dicetak bintang mereka Lionel Messi menit ke-14. Tapi usai turun minum, Victor Moses membalas gol lewat titik penalti. Skor 1-1 membuat Argentina tak aman.

Di sanalah tuah Argentina muncul. Lewat serangan bertubi-tubi dengan kawalan ketat pemain bawah Nigeria, menit ke-86, Marcos Rojo menjeblos gawang lawan dan skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir ditiup wasit. Mereka kembali diuntungkan karena Kroasia juga mengalahkan Islandia dengan skor sama. Hasilnya, Argentina menjadi Runner-up group lolos ke babak selanjutnya mendampingi Kroasia yang meraih poin sempurna.

Source: http://www.livescore.com/worldcup/group-d/

Rekaman pertandingan persis yang kulihat pada Piala Dunia 1990. Saat itu, laga awal yang dilakoni tim ini sungguh susah. Datang ke Italia sebagai juara bertahan, dielu-elukan pendukung di seluruh dunia, mereka justru kalah di pertandingan pertama melawan Kamerun, lewat gol Oman Biyik di menit 67.

Aku masih ingat betul pertandingan itu, menonton siaran pada sebuah warung kopi di kampung halaman, seluruh warga mendukung Maradona. Dan ketika kalah, sebagian menggerutu tak yakin.

Piala Dunia 1990, Argentina tergabung dalam Group B bersama Kamerun, Uni Soviet dan Rumania. Setelah kalah dari Kamerun, Argentina hanya sekali menang melawan Uni Soviet (2-0), selanjutnya seri melawan Rumania (1-1). Kondisi ini membuat Argentina harus puas di posisi ketiga persaingan Group B, setelah Kamerun dan Rumania di posisi satu dan dua.

Argentina diuntungkan oleh sistem pertandingan saat itu yang diikuti enam group dengan 24 tim. Kesebelasan yang lolos ke babak berikutnya adalah peringkat satu (1) dan dua (2), serta empat tim terbaik yang berada di peringkat ketiga (3) di group. Argentina lolos.

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1990

Babak-babak berikutnya, tim ini tak terbendung. Mereka mengalahkan Brazil (1-0), selanjutnya Yugoslavia (adu penalti) dan kemudian Italia di Semifinal (adu penalty). Mereka bertemu dengan Jerman Barat di Final.

Argentina dengan Maradona, Caniggia, Burruchaga, Troglio dan kiper Goycochea kembali dielu-elukan saat final. Tapi Jerman Barat bukan lawan mudah, tim ini juga bertabur bintang seperti Lothar Matthaus, Andreas Brehme, Rudi Voeller, Juergen Klinsmann dan Uwe Bein.

Saat Final, Dewi Fortuna tak memihak Argentina. Mereka kalah lewat gol semata wayang Brehme yang dicetak lewat titik putih, hanya lima menit menjelang laga usai. Jerman Barat juara dunia ketiga kalinya, sementara Argentina harus puas di peringkat kedua.

Source: http://img.fifa.com/mm/photo/tournament/competition/02/81/90/76/2819076_big-lnd.jpg

Perjumpaan dua tim raksasa ini terulang kembali di Piala Dunia 2014 lalu. Jerman juga menang atas Argentina 1-0 lewat gol Mario Gotze di babak perpanjangan waktu, menit ke-113. Tapi saat itu, Argentina yang dimotori Messi, mencatatkan pertandingan di babak sebelumnya dengan hasil sempurna, tak pernah kalah.

Kembali ke Piala Dunia 2018. Argentina lolos dari Group D dan akan menghadapi lawan berat Perancis di babak 16 besar. Bukan tak mungkin tuah tim ini berlanjut dan kembali menapaki laga final nantinya. Messi dan kawan-kawan pasti lebih baik di laga berikutnya. Mari menunggu. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here